Sosial Kemasyarakatan 21 August 2026

Edukasi Pengenalan Uang dan Giat Menabung bagi Anak Usia Sekolah Dasar

Beranda / Sosial Kemasyarakatan / Detail Berita
Edukasi Pengenalan Uang dan Giat Menabung bagi Anak Usia Sekolah Dasar
Foto: Dokumentasi Resmi Sosial Kemasyarakatan Desa Bengle

Pemerintah Desa Bengle

Tim Publikasi & Pengelola Informasi Desa

Sosial Kemasyarakatan

Zulfan – Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro 2026

Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro (Undip) 2026, Zulfan, melaksanakan kegiatan edukasi mengenai pengenalan uang dan pentingnya menabung bagi siswa sekolah dasar di Desa Bengle, Kecamatan Wonosamodro, Kabupaten Boyolali. Kegiatan yang merupakan bagian dari program kerja monodisiplin ini mengangkat topik "Pengenalan Uang, Sejarah Barter, dan Edukasi Menabung Sejak Dini".

Kegiatan dilaksanakan secara bertahap di tiga satuan pendidikan dasar yang berada di Desa Bengle, yaitu SDN 1 Bengle, SDN 2 Bengle, dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Bengle. Pemilihan tiga sekolah tersebut dilakukan agar manfaat edukasi keuangan dasar dapat dirasakan secara merata oleh seluruh siswa sekolah dasar di wilayah Desa Bengle.

Materi Pengenalan Uang
Sebagai pemateri, Zulfan membuka sesi dengan memperkenalkan konsep dasar uang kepada siswa, mencakup pengertian uang serta jenis-jenisnya, yaitu uang kartal (uang kertas dan uang logam) dan uang giral. Siswa diajak mengenali ciri-ciri uang rupiah yang sah beredar, mulai dari pecahan, warna, hingga gambar pahlawan nasional yang tercetak pada uang kertas.

Selain pengenalan jenis uang, materi juga menekankan hal-hal yang tidak diperbolehkan dilakukan terhadap uang, seperti mencoret-coret uang, menyobek uang, melipat uang secara berlebihan hingga rusak, maupun memperlakukan uang secara tidak semestinya. Siswa diberikan pemahaman bahwa tindakan tersebut bukan hanya merusak nilai estetika uang, tetapi juga dapat melanggar ketentuan yang berlaku terkait mata uang rupiah sebagai alat pembayaran yang sah.

Sejarah Barter Sebelum Adanya Uang
Guna memberikan pemahaman yang lebih utuh, Zulfan turut menyampaikan materi mengenai sejarah transaksi pada masa sebelum uang diciptakan, yaitu sistem barter. Siswa diajak memahami bagaimana masyarakat pada zaman dahulu saling menukar barang dengan barang lain yang memiliki nilai setara untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, misalnya menukar hasil pertanian dengan hasil peternakan.

Melalui penjelasan tersebut, siswa diajak memahami bahwa sistem barter memiliki berbagai keterbatasan, seperti kesulitan menemukan pihak yang memiliki kebutuhan yang sama secara bersamaan, sehingga pada akhirnya manusia menciptakan uang sebagai alat tukar yang lebih praktis dan efisien.

Edukasi Menabung dan Pemberian Celengan
Pada bagian selanjutnya, siswa diperkenalkan dengan pentingnya kebiasaan menabung sejak usia dini. Zulfan mengajak siswa untuk membiasakan diri menyisihkan sebagian uang saku yang diterima dari orang tua, alih-alih membelanjakan seluruhnya untuk jajan. Siswa diberikan pemahaman sederhana mengenai manfaat menabung, seperti memiliki simpanan untuk kebutuhan mendatang serta melatih sikap disiplin dan hemat.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kebiasaan menabung, setiap siswa turut diberikan celengan yang dapat digunakan untuk menyimpan uang saku yang telah disisihkan. Pemberian celengan tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat dan motivasi bagi siswa untuk mempraktikkan kebiasaan menabung secara berkelanjutan di rumah masing-masing.

Sesi Kuis Interaktif
Guna menguji pemahaman siswa sekaligus menghidupkan suasana belajar, kegiatan dilengkapi dengan sesi tanya jawab berupa soal dan kuis seputar materi yang telah disampaikan, mulai dari jenis-jenis uang, hal-hal yang tidak boleh dilakukan terhadap uang, sejarah barter, hingga manfaat menabung. Siswa terlihat antusias dan aktif berebut menjawab pertanyaan yang diberikan, dengan suasana kelas yang hangat dan penuh semangat.

Penutup
Rangkaian kegiatan edukasi di SDN 1 Bengle, SDN 2 Bengle, dan MI Bengle ini berlangsung dengan lancar dan mendapat sambutan positif dari pihak sekolah maupun siswa. Melalui program ini, Zulfan berharap siswa sekolah dasar di Desa Bengle dapat memahami nilai uang dengan lebih baik, mengenal sejarah di balik terciptanya uang, serta menumbuhkan kebiasaan menabung sejak dini sebagai bekal pengelolaan keuangan yang bijak di masa depan.

LIPUTAN KEGIATAN LAINNYA

Dokumentasi Terkini

Berita & Dokumentasi Terkait

Lihat Semua di Beranda →