Pemerintah Desa Bengle
Tim Publikasi & Pengelola Informasi Desa
As Syja Virtue Nur Alif - Mahasiswi KKN Tim II Universitas Diponegoro 2026
Boyolali, Jawa Tengah. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) 2026 menyelenggarakan program edukasi kaligrafi Jepang atau shodo bagi siswa sekolah dasar di Desa Bengle, Kecamatan Wonosamodro, Kabupaten Boyolali. Kegiatan ini dilaksanakan secara bergiliran di tiga satuan pendidikan dasar, yaitu SDN 1 Bengle, SDN 2 Bengle, dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Bengle.
Program ini bertujuan memperkenalkan bahasa dan budaya Jepang sekaligus memberikan pengalaman belajar seni yang edukatif dan menyenangkan kepada siswa sekolah dasar. Melalui kegiatan kaligrafi, siswa diajak mengenal aksara Jepang serta melatih ketelitian, konsentrasi, kreativitas, dan keterampilan menulis menggunakan kuas dan tinta.
Kegiatan dilaksanakan secara bertahap di ketiga sekolah agar siswa di berbagai satuan pendidikan dasar di Desa Bengle memperoleh kesempatan yang sama untuk mengikuti pembelajaran. As Syja Virtue Nur Alif, mahasiswa Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang, bertindak sebagai pemateri dengan menyampaikan materi bertajuk “Petualangan Shodou: Menulis Mahakarya dengan Mudah”.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pengenalan tiga jenis aksara yang digunakan dalam bahasa Jepang, yaitu hiragana, katakana, dan kanji. Materi kemudian dilanjutkan dengan praktik menulis menggunakan kuas dan tinta di atas kertas. Pada pengenalan katakana, siswa diajak menuliskan nama mereka sendiri. Sebagai contoh, Nayla ditulis menjadi ナイラ, Abi menjadi アビ, dan Budi menjadi ブディ.
Selain katakana, siswa diperkenalkan dengan beberapa kanji melalui gambar dan makna sederhana, seperti 山 (gunung), 川 (sungai), 木 (pohon), dan 日 (matahari). Pengenalan tersebut membantu siswa memahami bahwa karakter Jepang memiliki bentuk sekaligus makna tertentu.
Dalam sesi praktik, siswa mempelajari urutan goresan atau kakijun, termasuk arah goresan horizontal dari kiri ke kanan dan vertikal dari atas ke bawah. Siswa juga diajak memperhatikan bentuk, keseimbangan, dan ketepatan setiap karakter. Melalui latihan shodo, siswa belajar bahwa menulis menggunakan kuas membutuhkan ketenangan, konsentrasi, dan pengendalian gerakan.
Latihan dasar dilakukan menggunakan karakter 一, 二, 三, dan 人 sebagai contoh untuk mengenalkan jumlah dan urutan goresan. Setelah memahami teknik dasar, siswa diberi kesempatan untuk membuat karya kaligrafi mereka sendiri melalui tiga tahap, yaitu persiapan, menulis dengan fokus, dan mengevaluasi hasil karya.
Siswa juga diperkenalkan dengan beberapa kanji yang memiliki makna positif, seperti 夢 (mimpi), 愛 (cinta), 心 (hati), 友 (teman), 幸 (kebahagiaan), dan 思 (berpikir). Karakter-karakter tersebut dapat menjadi inspirasi bagi siswa untuk memilih kanji yang sesuai dengan diri, minat, atau harapan mereka.
Kegiatan berlangsung aktif dan penuh antusias di setiap sekolah. Para siswa mengikuti materi dan praktik menulis dengan baik. Antusiasme terlihat dari keberanian siswa mencoba menuliskan aksara Jepang menggunakan kuas serta menghasilkan karya kaligrafi masing-masing.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, mahasiswa KKN dan para siswa melakukan sesi foto bersama sebagai penutup kegiatan. Dokumentasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan edukasi kaligrafi Jepang yang dilaksanakan di Desa Bengle.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 turut memperkenalkan bahasa, budaya, dan seni Jepang kepada siswa sekolah dasar di Desa Bengle. Pelaksanaan kegiatan secara bergiliran di SDN 1 Bengle, SDN 2 Bengle, dan MI Bengle diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih luas sekaligus menumbuhkan minat siswa terhadap seni, kreativitas, ketelitian, dan keberanian untuk mencoba hal baru.