Pemerintah Desa Bengle
Tim Publikasi & Pengelola Informasi Desa
Anisa Ayu Khairani - Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro 2026
Boyolali (20/07/2026) – Pernahkah kamu bayangkan bagaimana setetes susu segar dari sapi perah di peternakan bisa diubah menjadi kemasan kotak yang rapi dan siap diminum anak-anak setiap hari? Bagi kebanyakan siswa SD, susu kotak mungkin hanya minuman manis yang dibeli di toko kecil atau minimarket, tanpa menyadari betapa rumitnya proses produksinya.
Untuk menjawab rasa penasaran para siswa, Anisa Ayu Khairani, seorang mahasiswi program studi Manajemen dan Administrasi Logistik, Sekolah Vokasi, Universitas Diponegoro yang menjadi anggota Tim II KKN Undip 2025/2026, mengadakan program edukasi kemasyarakatan berjudul "Perjalanan Susu: Dari Mana Asal Susu Kotakmu?" di SDN 01 Bengle, Desa Bengle, Kecamatan Wonosamodro, Kabupaten Boyolali.
Dengan kemampuannya dalam mengelola logistik dan rantai pasok, Anisa mampu menyederhanakan konsep distribusi yang rumit menjadi cerita yang mudah dipahami dan menyenangkan untuk anak-anak.
Dengan menggunakan media visual interaktif, para siswa diajak menjelajah dan memahami empat tahapan penting dalam proses produksi susu kotak.
Peternakan (Suhu dan Kesegaran): Menceritakan cara sapi perah diambil susunya hingga pentingnya menjaga susu yang baru diperas tetap dingin agar kualitasnya tetap bagus dan tidak rusak.
Pengolahan dan Pengemasan: Menggunakan teknologi pemanasan (UHT) serta proses pengemasan dengan bahan kedap udara yang steril, sehingga susu tetap tahan lama tanpa perlu tambahan bahan pengawet.
Rantai distribusi: Menunjukkan perjalanan truk pengangkut barang dari pabrik, melewati gudang penyimpanan, hingga sampai ke toko yang paling dekat.
Konsumsi: Tahap terakhir ketika susu kotak sudah siap untuk diminum dengan aman dan memberi nutrisi yang cukup kepada anak-anak.
Antusiasme para siswa SDN 01 Bengle terlihat sangat jelas selama berlangsungnya kegiatan tersebut. Mereka sering bertanya dan berdiskusi saat memperkirakan jalur perjalanan susu dari desa sampai ke tangan pembeli.
Melalui program ini, edukasi tidak hanya membantu anak-anak memahami dasar-dasar ilmu logistik dan pentingnya kedaulatan pangan dari awal, tetapi juga mengajak mereka untuk lebih menghargai setiap langkah yang dilalui dalam proses produksi makanan dan minuman yang mereka konsumsi setiap hari.