Pemerintah Desa Bengle
Tim Publikasi & Pengelola Informasi Desa
Fausta Nandana Rasendriya – Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro 2026
Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro (Undip) 2026, Fausta Nandana Rasendriya, mengadakan kegiatan edukasi bertajuk "Cerdas Berpikir, Bijak Berteknologi" bagi siswa-siswi SD Negeri 1 Bengle, Desa Bengle, Kecamatan Wonosamodro, Kabupaten Boyolali, pada Sabtu (20/6). Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Sosial Kemasyarakatan (Sosmas) mahasiswa Program Studi Informatika, Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Undip, tersebut bertujuan membekali anak usia sekolah dasar dengan kemampuan berpikir logis serta sikap bijak dalam memanfaatkan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan permainan digital.
Kegiatan dilaksanakan di ruang kelas SDN 1 Bengle dan diikuti oleh siswa dengan antusiasme tinggi. Program ini dirancang untuk menjawab tantangan zaman, di mana anak-anak semakin akrab dengan gawai dan teknologi digital sejak usia dini, namun belum tentu memiliki pemahaman dan sikap yang tepat dalam menggunakannya.
Materi disampaikan melalui tiga bagian utama yang saling berkaitan. Bagian pertama berfokus pada penguatan kemampuan berpikir logis dan sistematis melalui pendekatan permainan edukatif tanpa perangkat digital atau unplugged. Dalam sesi ini, siswa diajak bermain simulasi instruksi berurutan, di mana mereka harus menyusun dan mengikuti langkah-langkah secara runtut untuk menyelesaikan suatu tugas sederhana, sebagaimana logika kerja sebuah program komputer. Selain itu, diberikan pula permainan pelatihan fokus yang melatih konsentrasi dan ketelitian anak dalam mengikuti aturan.
Bagian kedua membahas pengenalan dasar kecerdasan buatan secara sederhana. Siswa diperkenalkan pada konsep cara kerja asisten virtual yang sering mereka jumpai sehari-hari, seperti aplikasi pencarian suara atau chatbot, dengan bahasa yang mudah dipahami anak-anak. Materi ini juga menekankan pentingnya sikap kritis dan tidak sepenuhnya bergantung pada AI dalam proses belajar, agar anak tetap mengasah kemampuan berpikir mereka sendiri.
Bagian ketiga mengangkat topik kebiasaan bermain gim yang sehat. Melalui penjelasan sederhana disertai contoh konkret dan diskusi interaktif, siswa diajak memahami pentingnya mengatur waktu bermain gim agar tidak berlebihan, serta dampaknya terhadap kesehatan, waktu belajar, dan interaksi sosial dengan teman maupun keluarga.
Seluruh rangkaian materi disampaikan dengan pendekatan pembelajaran partisipatif, di mana siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga aktif terlibat melalui permainan dan diskusi. Pendekatan ini dipilih agar konsep-konsep yang tergolong baru dan cukup abstrak bagi anak usia sekolah dasar dapat tersampaikan dengan cara yang menyenangkan dan sesuai tingkat pemahaman mereka.
Di akhir kegiatan, dilakukan evaluasi sederhana untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan. Sebagian besar siswa mampu menjelaskan kembali dengan bahasa mereka sendiri mengenai pentingnya berpikir runtut sebelum bertindak, serta perlunya bersikap bijak saat menggunakan teknologi dan bermain gim. Dokumentasi kegiatan turut dikumpulkan sebagai bahan luaran program KKN.
"Anak-anak sekarang tumbuh berdampingan dengan teknologi, sehingga penting bagi mereka untuk memahami dasar cara kerjanya sekaligus mengetahui batasan dalam penggunaannya sejak dini," ujar Fausta mengenai tujuan diadakannya kegiatan ini.
Melalui program "Cerdas Berpikir, Bijak Berteknologi" ini, mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 berharap dapat menanamkan pondasi berpikir logis dan sikap bijak berteknologi kepada generasi muda Desa Bengle sejak usia sekolah dasar, sehingga mereka tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga cakap dalam menggunakannya secara sehat dan bertanggung jawab.